SUARA INDONESIA BONDOWOSO

Persiapkan Penilaian Ijen Geopark, Perhutani Bondowoso Edukasi Petani Kopi lewat LMDH

Bahrullah - 01 March 2022 | 20:03 - Dibaca 2.52k kali
Wisata Persiapkan Penilaian Ijen Geopark, Perhutani Bondowoso Edukasi Petani Kopi lewat LMDH
Foto Petani Petik Kopi (Foto Istimewa)

BONDOWOSO - Adm Perum Perhutani Bondowoso mulai tancap gas mempersiapkan penilaian Ijen Geopark sebelum tim asesor datang ke kota Ki Ronggo.

Perhutani melakukan langkah-langkah nyata dengan mengedukasi secara intensif kepada para petani kopi lewat Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Wilayah Belawan Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

"Geopark itu bagaimana potensi alam yang ada dioptimalkan, tanpa harus merubah potensi secara keseluruhan, sehingga memberikan manfaat yang luar biasa," kata Andi Andrian Hidayat Adm Perum Perhutani Bondowoso, pada media, Selasa (1/3/2022).

Lebih lanjut, Andi menerangkan, karena potensi yang ada di lahan milik perhutani itu kopi, maka dilakukan upaya pengembangan dan paningkatan  dengan cara melakukan edukasi pada petani kopi.

Menurut Andi, kopi merupakan potensi yang harus dijaga dan dirawat, serta dikembangkan dengan cara membentuk kelompok binaan fokus pada pengelolaan kopi.

" Kami mengarahkan untuk dibuatkan industri, sehingga ketika keluar sudah bukan kelontongan berupa biji, namun berupa kemasan bubuk kopi dengan kemasan menarik dan pasarnya juga sudah jelas," imbuhnya.

Dia menyatakan, Perhutani juga sudah berupaya menjembatani bagaimana semua pihak bisa masuk.

"Kami sudah memulai, dengan cara mengumpulkan para pengusaha yang selama ini bergerak di bidang kopi. Kamis sempat mendata yang ada sebanyak 12 orang," imbuhnya.

Dia menuturkan, mereka yang 12 orang ini kadang mengeluarkan pinjaman dan membeli hasil panen petani kopi. Mereka juga sudah diajak kerjasama untuk mengembangkan klaster kopi ijen.

Selain itu, Perhutani Bondowoso juga mengajak mereka untuk membina bersama sama petani kopi sesuai dengan letak dan wilayah binaan masing masing pengusaha dan pelaku kopi yang sudah ada.

Perhutani juga mengajak mereka membina bersama sama petani kopi sesuai dengan letak dan wilayah binaan masing masing pengusaha dan pelaku kopi.

"Perhutani di sini juga bertindak memfasilitasi permodalan melalui Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap bank tertentu dengan catatan pengusaha yang ada memang off taker," ujarnya.

Dia menjelaskan, Bank BRI nanti kerjasama dengan pembeli hasil kopi. Maka pembayaran hasil panen kopi itu melewati bank tersebut.

Katanya, dengan KUR itu petani kopi sudah disediakan pupuk dan obat-obatan.

Dikatakannya, KUR itu tidak diberikan berupa duit, tapi diberikan kepada petani sudah berbentuk barang.

"Kami sudah mengawali terhadap mereka tentang Geopark, maka apa saja yang harus dimasukan supaya masuk kriteria Geopark, semoga nanti Pemerintah juga turun melakukan edukasi," tutupnya.





» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya