SUARA INDONESIA BONDOWOSO

CV Kharisma Sejati 'Berkilah' Tak Ada Persoalan Pupuk Subsidi di Pakem, KP3 Bondowoso Terima Dumas Petani

Bahrullah - 11 February 2022 | 21:02
Peristiwa Daerah CV Kharisma Sejati 'Berkilah' Tak Ada Persoalan Pupuk Subsidi di Pakem, KP3 Bondowoso Terima Dumas Petani
Pupuk Urea subsidi milik PT Pupuk Indonesia (Foto Istimewa)

BONDOWOSO - Ternyata sampai saat ini dugaan persoalan penyaluran pupuk subsidi di Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, terus bergulir.

Meskipun Handayani pemilik CV Kharisma Sejati Distributor PT Pupuk Indonesia mengklaim tidak ada persoalan penyaluran pupuk subsidi di Kecamatan Pakem.

Namun faktanya, KP3 Bondowoso hingga hari ini sudah menerima pengaduan masyarakat (Dumas) petani Pakem, soal dugaan penyelewengan penyaluran pupuk subsidi di Tahun 2021.

Bahkan, distributor pupuk subsidi yang menyalurkan pupuk urea ke kios-kios Kecamatan Tegalampel dan Pakem ini juga membantah pernyataan anggota DPRD dapil 5 Bambang Suwito soal adanya permainan dalam pendistribusian pupuk di wilayah tersebut.

Saat Komisi II melakukan Sidak ke Tegalampel di Kelurahan Sekarputih, pada Jumat (11/2/ 2022) Handayani menyatakan bahwa di Kecamatan Pakem tidak ada temuan, bahkan keadaanya dijelaskan aman semua, baik stok dan penyalurannya.

"Tidak ada permainan sama sekali Bapak, Bapak bisa membuktikannya, sama sekali tidak ada permainan di sana, dari dinas pun 2 kali sudah turun, Tim KP3 turun. Waktu itu di BPP kita Klarifikasi, setelah itu ada lagi pertemuan di Desa Sumber Dumpyong, semuanya aman-aman saja kok," ujarnya pada media.

Menurut Handayani, penjualan pupuk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) itu hanya isu belaka.

"Mungkin ia pak, HET-nya Rp.112.500, kadang kios jualnya Rp.115.00, mungkin 3 ribu itu untuk foto copy," imbuhnya.

Dia menuturkan, sampai saat ini penjualan pupuk subsidi yang melebihi HET tidak terbukti, sebab tidak ada bukti notanya.

Dikatakannya, yang terjadi hanyalah isu belaka, dan kios menjual sudah sesuai HET.

"Kita disini sudah menyalurkan pupuk itu sesuai aturan, karena pupuknya itu pupuk subsidi, kita tidak berani main-main," imbuhnya.

Dia menyatakan, setiap laporan penyaluran pupuk subsidi di akhir tahun sudah diverifikasi dan disetujui oleh BPP dan PPL.

Menurutnya, soal ada orang meninggal yang membeli pupuk di Pakem itu bisa dikroscek kan, agar informasinya tidak simpang siur.

" Keluarganya yang meninggal siapa?, nanti pertemukan dengan kiosnya, nanti saya hadir di situ, jadi kan tidak melebar kemana mana. Kasihan, soalnya disini Kami sudah betul-betul bekerja maksimal, ternyata masih digoreng goreng dan diplintir-plintir," tutupnya.

Sementara, Ketua KP3 Bondowoso Soekaryo, mengaku telah menerima pengaduan masyarakat (Dumas) Patani Kecamatan Pakem.

Dumas diterima oleh KP3 pada hari Selasa 8 Februari 2022. Isinya tentang pengaduan masyarakat terkait dugaan penyelewengan pupuk subsidi di Tahun 2021.

"Senin (13/2/2022) nanti Dumas itu akan kami lihat dan pelajari," ucap lewat sambungan telepon.

Dia menyatakan, usai dipelajari melalui beberapa kajian, maka hasilnya bisa ditentukan solusi penyelesaiannya.

"Kita akan kaji secara hukum dan disposisi ke masing-masing tim," paparnya.

KP3 juga akan memanggil pihak-pihak terkait, seperti distributor dan instansi terkait tentang carut marutnya tata niaga pupuk subsidi tersebut.

"Nanti tindakannya entah itu pencabutan izin usaha (bagi kios/distributor) atau apa, tentu sesuai fakta yang terungkap," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, petani di wilayah kecamatan Pakem mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi, termasuk pada tahun 2021-2022 ini.

Tidak hanya langka, pupuk subsidi juga dijual jauh di atas harga eceran tertinggi (HET), seperti Urea yang normalnya Rp 225 ribu, dijual Rp 300 ribu - Rp 400 ribu per kuintal.***

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya