BONDOWOSO - Pedagang pasar sore yang biasanya berjualan di pasar induk Bondowoso menyebutkan visi-misi Melesat di pemerintahan yang saat ini dipimpin Salwa Arifin-Irwan Bachtiar Rahmat hanyalah isapan jempol.
Hal itu disampaikan Endang Ganarsih, salah seorang pedagang pasar sore di Pasar Induk Bondowoso, Jawa Timur, pada media, Senin (19/4/2021).
Endang, pedagang ayam yang mengaku juga memilih pasangan SABAR saat itu merasa kecewa tentang adanya kebijakan pemerintah saat ini yang sangat merugikan pedagang pasar sore.
Kebijakan yang dibuat pemerintah saat ini kata Endang, telah membuat banyak pedagang kehilangan mata pencahariannya.
"Katanya mandiri ekonomi. Sedangkan ekonomi kami memburuk. Tapi tidak ada solusi," ujarnya.
Menurut Endang, misi mandiri ekonomi yang dijanjikan hanyalah isapan jempol belaka.
"Saat ini semua pedagang sore yang jumlahnya sekitar 25 orang, kini ekonominya memburuk akibat sudah sekitar 3 bulan tidak berjualan, karena kebijakan yang dibuat oleh pemerintah saat ini sangat merugikan," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah pedagang sore mendatangi Wisma Wakil Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Kami (15/4/2021).
Mereka yang terdiri dari pedagang daging ayam, sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya. Mereka nyaris ricuh dengan Satpol PP di ruang pringgitan, lantaran tak ditemui Irwan Bachtiar Rahmat dan diusir oleh polisi pamong praja.
Kedatangan mereka sebenarnya untuk menagih janji kebijakan Wakil Bupati Irwan yang sempat berucap mau membolehkan pedagang sore untuk dapat berjualan kembali di lantai bawah di Pasar Induk Bondowoso.
Salah satu pedagang daging ayam, Endang menuturkan, Wabup Irwan sebelumnya berjanji kepada pedagang sore untuk menyediakan tempat seperti konsep pasar senggol. Para pedagang pun mengaku siap mengikuti semua peraturan tersebut asal bisa kembali berjualan di lantai bawah.
" Iya, kami menagih janji itu," katanya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Bahrullah |
| Editor | : Bahrullah |
Komentar & Reaksi