BONDOWOSO - Sejumlah pedagang sore mendatangi Wisma Wakil Bupati Bondowoso, Jawa Timur.
Mereka yang terdiri dari pedagang daging ayam, sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya. Mereka nyaris ricuh dengan Satpol PP di ruang pringgitan, lantaran tak ditemui Irwan Bachtiar Rahmat dan diusir oleh polisi pamong praja.
Kedatangan mereka sebenarnya untuk menagih janji kebijakan Wakil Bupati Irwan yang sempat berucap mau membolehkan pedagang sore untuk dapat berjualan kembali di lantai bawah di Pasar Induk Bondowoso.
Awalnya para pedagang mendatangi kantor Wabup sedari pukul 07.00 WIB. Namun selama 3 jam mereka tak dapat menemuinya karena Wabup Irwan tidak ada di tempat.
Meski sudah diberi tahu oleh petugas, namun mereka bersikukuh untuk menunggu Wabup Irwan. Sehingga, terjadilah adu mulut antara para pedagang dengan Satpol PP, bahkan nyaris ricuh.
Salah satu pedagang daging ayam, Endang menuturkan, Wabup Irwan sebelumnya berjanji kepada pedagang sore untuk menyediakan tempat seperti konsep pasar senggol. Para pedagang pun mengaku siap mengikuti semua peraturan tersebut asal bisa kembali berjualan di lantai bawah.
" Iya, kami menagih janji itu," katanya.
Kericuhan dapat diredam setelah tim negosiator Polres Bondowoso turun tangan. Para pedagang terpaksa keluar tanpa hasil yang diinginkan.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Bondowoso, Totok Hariyanto menjelaskan, sesuai Perda/05/2020 sudah diatur tentang tata kelola pasar. Adapun di pasar induk, sudah diterapkan kebijakan zonasi masing-masing tempat komoditi yang dijual agar aktivitas pasar tertib dan kondusif.
" Mereka merasa dengan zonasi yang diterapkan itu, seakan-akan merugikan mereka. Dan ini hanya segelintir orang," paparnya.
Totok menerangkan, para pedagang menuntut adanya perubahan kebijakan zonasi. Pihaknya akan mengevaluasi setiap kebijakan tersebut agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan para pembeli.
" Dengan adanya Perda itu pasar induk sekarang sudah mulai tertib. Kalau dulu minta ampun. Tempatnya kotor, lalu lintas semrawut," lanjutnya.
Untuk menampung semua aspirasi pedagang, lanjut Totok, pemerintah berencana akan merenovasi pasar induk.
"Sementara terkait zonasi, pihaknya akan mengevaluasi dan melakukan perbaikan agar tidak terjadi lagi kericuan," ujarnya
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Bahrullah |
| Editor | : Bahrullah |
Komentar & Reaksi