BONDOWOSO - Banyak proyek infrastruktur di Bondowoso disinyalir digarap di bawah harga tidak wajar. Sebab, proyek tersebut diperoleh dari proses lelang yang juga diduga tak wajar.
Berdasarkan data yang berhasil diperoleh media Suaraindonesia.co.id, para pemenang tender berani 'mengerjakan' proyek dengan harga yang sangat jauh dari nilai Hasil Perkiraan Sendiri (HPS) yang dipatok oleh Dinas PUPR Bondowoso.
Salah satunya, proyek yang digarap di bawah HPS, berupa pengerjaan proyek rehab bangunan saluran Kayusapi di Desa Leprak, Kecamatan Klabang, yang penawarannya turun menjadi 51,82 persen dari HPS. Dimana HPS-nya adalah Rp 994 jutaan, deal di angka Rp 515 jutaan yang dimenangkan oleh CV. Ragnarock.
Selain proyek Kayusapi, CV tersebut juga menggarap Pembang Grondsill Dam Bluncong di Kecamatan Klabang, HPS Rp 584 jutaan, deal Rp 313 jutaan.
Azas Suwardi, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa mengatakan, bahwa soal tugas dan fungsinya semua sudah dijalankan sesuai dengan prosedur yang ada.
"Kalau masalah pelaksanaan pekerjaan sudah harus pada dinas yang bersangkutan," katanya lewat sambungan teleponnya pada media, Selasa (27/10/2020).
Azas mengaku, kalau soal koordinasi terkait dengan proyek yang sudah dilelang oleh PUPR, pihak pengadaan sudah melakukan koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan surat Surat Penunjukan Penyedia/Jasa (SPPBJ) sudah diserahkan ke dinas terkait dan di sana berhak melakukan evaluasi.
"Kita hanya sebagai penyelenggara, ibarat main bola kami wasitnya. Ketika wasitnya mengeluarkan kartu merah yang dikartu merah, kartu kuning ia kartu kuning," cetusnya.
Dia menerangkan, kalau soal kontrol sosialnya itu kapasitas pengawasan.
"Jika soal pelaksanaan di lapangan, konsultan pengawas yang mengawasi pekerjaan dari awal sampai akhir dan semua itu produk dari perencanaan dari OPD terkait," tutupnya.
Sementara itu, Pimpinan CV Ragnarock Hairul mengatakan, bahwa dalam lelang pihaknya di urutan nomor lima. Sementara yang urutan 1-4 gugur.
"Kalau penghitungannya, berdasarkan saya sendiri. Kalau kualitas pasti saya jamin," paparnya.
Kenapa pihaknya ikut lelang dan menawar seperti itu, sebab CV-nya yang di Bondowoso lama tidak mendapatkan proyek. "Dua tahun tidak dapat proyek, gitu ceritanya," imbuhnya.
Namun demikian kata dia, untuk penawaran sesuai dengan perhitungan satuan yang ia buat sendiri.
Dia juga mengakui, bahwa CV Ragnarock baru 2019 berdiri. "Tapi pengalamannya bagus. Mulai 2019 menang terus CV Ragnarok itu. Sekarang gak usah baca CV-nya mas, tapi orangnya yang bekerja," paparnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Bondowoso, Munandar tak memberikan komentar saat dihubungi via WhatsApp. Bahkan saat ditelepon ia mengaku berada di Ijen menemani Kapolres.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Bahrullah |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi