BONDOWOSO- Diana Safitri, Pimpinan Cabang (PC) Bank Jatim Bondowoso membantah memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) pada Dinas Koperas dan Perindustrian (Diskoperindag) untuk pembanguana Gapura di Pasar Induk Bondowoso, Jawa Timur.
" Kita tidak pernah memberikan SCR untuk pembangunan seperti itu," ungkapnya melalui sambungan telpon kepada media, Minggu (18/10/2020).
Lebih lanjut, Diana Safitri mengatakan, untuk memberi tanggap pertanyaan media, masih mau melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Bank Jatim pusat.
Sementara Didik Muryanto, UPT Pasar Diskoperindag Bondowoso, menyatakan bahwa pembangunan tersebut mendapatkan dana CSR dari Bank Jatim Bondowoso untuk pembangunan gapura dan pos keamanan di Pasar Induk Bondowoso.
" Terkait pembangunan itu, kami sudah melakukan sosialisasi. Malahan petugas kami langsung mendatangi ke rumah pedagang, dan kami juga menyediakan tempat relokasi untuk pedagang tersebut terkait akan dibangunnya gapuran dan pos keamanan," ungkapnya kepada media.
Tanpak depan pintu masuk sebelah utara pasar, Pembangunan Gapura Pasar Induk di Bondowoso sudah mulai dikerjakan (foto/Bahrullah-Suaraindonesia.co.id).
Diberitakan sebelumnya, Didit Baskarianto, Pendukung KH Salwa Arifin saat mencalonkan sebagai Bupati Bondowoso menilai, rencana pembangunan gapura dan pos keamanan pasar induk Bondowoso yang berasal dari dana CSR Bank Jatik tidak memperhatikan asas manfaat.
Menurut Didit, persoalan penataan pasar induk di Bondowoso belum selesai, sebaiknya program pembangunan tersebut yang menggunakan dana CSR Bank Jatim lebih difokuskan pada fasilitas yang menunjang terhadap para pedagang dan dapat menarik perhatian pengunjung.
"Sebaiknya dan seharusnya Pemkab Bondowoso melalui Dinas terkait mendengarkan aspirasi pedagang dan mengajak dialog pedagang Pasar Induk Bondowoso. Namun yang terjadi Diskoperindag seolah kurang menerima aspirasi pedagang, " Kata Didit, Rabu (14/10/2020).
Perlu diketahui, menurut Didit, pandemi ini juga menghantam pedagang kecil dan sektor ekonomi pedagang di pasar. Sehingga, sepatutnya program itu dapat memulihkan pendapatan pedagang menjadi skala prioritas.
Dia menuturkan, bahwa tidak dapat dipungkiri carut-marutnya persoalan Pasar Induk Bondowoso sampai saat ini masih belum teratasi.
"Kami meminta kepada Dinas Diskoperindag untuk bijak dan aspiratif terhadap para pedagang, " pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Bahrullah |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi