SUARA INDONESIA BONDOWOSO

Pers Rilis Akhir Tahun 2021 Polres Bondowoso, Kriminalitas Meningkat, Termasuk Curanmor Meroket

Bahrullah - 30 December 2021 | 15:12
TNI/Polri Pers Rilis Akhir Tahun 2021 Polres Bondowoso, Kriminalitas Meningkat, Termasuk Curanmor Meroket
Polres Bondowoso saat melakukan rilis kasus akhir tahun 2021 (Foto: BAHRULLAH/Suaraindonesia)

BONDOWOSO - Rilis akhir tahun 2021 yang digelar di kantor Polres Bondowoso, Jawa Timur, sepanjang tahun ini kasus kriminalitas meningkat sebanyak 33 persen atau 167 kasus.

Tercatat kasus yang terjadi tahun 2020 secara keseluruhan ada 493 kasus. Sementara di tahun ini meningkatkan jadi 660 kasus.

Namun dari sejumlah kasus kriminalitas yang terjadi di kota Tape Bondowoso, paling dominan kasus aksi pencurian sepeda motor (Curanmor).

Hal itu sebagaimana diutarakan AKBP Herman Priyanto, Kapolres Bondowoso, saat melakukan Pers Rilis, Kamis (30/12/2021).

Lebih lanjut AKBP Herman, mengatakan, kasus yang terjadi di Bondowoso sangat beragam. Namun yang paling dominan Curanmor.

" Untuk kasus Curanmor terjadi peningkatan yang signifikan. Yakni, dari lima kasus di tahun 2020, meningkat jadi 61 kasus tahun 2021," ujarnya.

AKBP Herman memaparkan, kasus penganiayaan meningkat dua kali lipat menjadi 20 kasus. Kemudian kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari 15 kasus, meningkat juga menjadi 26 kasus.

"Dari kasus itu terjadi trend penyelesaian kasus tindak pidana terjadi penurunan dari 76 persen di tahun 2020. Menjadi 76 persen di tahun 2021," urainya.

Disinggung tentang peningkatan kasus Curanmor, Polres Herman menyebutkan modus pencurian motor sendiri yakni merusak kunci kendaraan bermotor. Baik yang dicuri di parkiran, pasar, hingga ladang yang mayoritas atau 70 persen terjadi di kawasan perkotaan.

" 70 persennya terjadi di wilayah Kota. Artinya ada di parkiran dan lain sebagainya. Sisanya ada di kampung-kampung, di persawahan ketika petani ke ladangnya," urainya.

Pihaknya menduga tingginya kasus pencurian motor ini juga merupakan adanya sindikat dari kabupaten luar. Pasalnya, sejumlah pelaku yang ditangkap tak hanya warga lokal. Melainkan juga warga dari Kabupaten tetangga.

" Memang Curanmor jadi atensi kita semua. Artinya mobilitas kita semakin terbuka dengan Kabupaten sebelah. Sehingga ada kemungkinan jaringan disana itu melebarkan sayapnya ke sini," ujarnya.

Sebagai bentuk preventif sendiri, pihaknya terus meningkatkan patroli gabungan, blue light, serta kring Serse.

Selain itu, pihaknya juga akan mendorong Pemerintah Kabupaten agar meningkatkan digital security di Bondowoso.

" Itu juga perlu kerjasama dengan semua sektor. Karena salah satu yang tertangkap disini itu kan ada bantuan juga dari kamera CCTV," pungkasnya.



» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya