SUARA INDONESIA BONDOWOSO

Silaturahmi ke Ponpes Nurut Taqwa Bondowoso, Wadir Intelkam Polda Jatim Ingatkan Santri Ancaman Radikalisme

Bahrullah - 18 April 2021 | 06:04
TNI/Polri Silaturahmi ke Ponpes Nurut Taqwa Bondowoso, Wadir Intelkam Polda Jatim Ingatkan Santri Ancaman Radikalisme
Wadir Intelkam Polda Jatim AKBP Cecep Ibrahim (pegang mik) saat silaturahmi di Ponpes Nurut Taqwa Cermee Kabupaten Bondowoso, di sebelahnya (baju putih) Pengasuh Ponpes Nurut Taqwa, KH Nawawi Maksum (Foto: Bahrullah/Suaraindonesia).

BONDOWOSO - Saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Nurut Taqwa Bondowoso, AKBP Cecep Ibrahim Wadir Intelkam Polda Jatim mengingatkan para santri agar belajar agama pada gurunya yang benar, agar tidak terpapar ajaran terorisme.

Dia juga berpesan agar santri betul-betul meningkatkan kualitas diri dan belajar dengan baik. Terutama dalam belajar ilmu agama. Sehingga tidak terpapar radikalisme.

"Tugas saya sebagai polisi, bagaimana caranya kita memberikan edukasi, karena saat ini banyak yang terpapar radikalisme. Santri jangan sampai terpapar radikalisme dan narkoba," katanya, Jumat (16/4/2021).

Dia berpesan kepada santri dan kaum milenial pada umumnya, agar mencari guru yang benar ketika hendak belajar ilmu agama. Sehingga terhindar dari paham-paham intoleran tersebut.

Paham radikalisme kata dia, sebenarnya tidak pernah diajarkan oleh bangsa Indonesia. Sehingga apapun bentuknya, pihaknya siap memberantas.

Lebih lanjut dia menjelaskan, para penyebar paham radikal lebih menyasar anak muda atau kaum milenial.

 "Mereka memberikan doktrin berlabel agama. Bisa saja masuk ke semua lini, misalnya pendidikan untuk memuluskan visi mereka," imbuhnya.

Sementara keberadaan pesantren kata dia, khususnya yang berhaluan ahlussunnah wal jamaah atau berbasis NU, bisa menjadi filter paham radikal.

Dia berharap, santri di Pondok Pesantren Nurut Taqwa dan santri di Bondowoso pada umumnya, agar fokus meningkatkan pengetahuan.

"Selain itu, santri harus patuh pada kiainya," imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa Cermee, KH Nawawi Maksum siap membantu pemerintah dan kepolisian dalam memerangi paham radikal tersebut.

"Bagi kami radikalisme dengan menyerang orang lain secara membabi-buta bukanlah ajaran agama," tegasnya.

Menurutnya, penganut paham radikal rata-rata membenci pemerintahan yang sah, membenci aparat dan sebagainya.

 "Tetapi bagi pesantren kami yang berbasis Ahlussunnah wal jama'ah an-nahdliyah, cinta tanah air adalah wajib dan harus menaati pemerintahan yang sah," tegasnya.

Sekedar untuk diketahui, Tepat malam ke-5 bulan suci Ramadhan 1442 H, tepatnya Jumat (16/4/2021), Wadir Intelkam Polda Jatim, AKBP Cecep Ibrahim bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Nurut Taqwa Cermee, Kabupaten Bondowoso.

Kehadirannya tak lain untuk meningkatkan hubungan baik antara aparat kepolisian dengan santri. Apalagi di tengah Bulan Ramadhan.

Selain Wadir Intelkam Polda Jatim, hadir dalam silaturahmi di Ponpes Nurut Taqwa Cermee Kabupaten Bondowoso tersebut, jajaran intel dari Polres Bondowoso, tokoh agama, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya