BONDOWOSO,Suaraindonesia.co.id - kurang lebih 22 Desa di Kabupaten Bondowoso dilanda kekeringan.
Kekeringan itu terjadi semenjak memasuki musim kemarau.
Kekeringan Melanda di daerah-daerah desa pinggiran yang berada di dataran tinggi. Seperti di Kecamatan Tegalampe dan Botolinggo.
Polres Bondowoso bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah membantu warga melakukan droping air bersih.
Objek droping air bersih salah satunya di Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel yang sudah satu bulan terakhir sudah mengalami kekeringan.
Warga setempat, Zaenab menyatakan, adanya droping air bersih dinilainya sangat membantu terhadap warga setempat.
"Semenjak beberapa bulan terakhir mengalami kesulitan air bersih. Untuk air bersih kita harus jalan kaki mengambil di sumber mata air," ungkap pada suaraindonesia.co.id, Kamis (3/08/2023).
Sementara, AKP. Imam, Kasat Lantas Polres Bondowoso menambahkan, Polres saat ini memang melakukan droping air bersih ke tempat-tempat yang dilanda ke kekeringan.
Pihaknya menghimbau, masyarakat yang desanya kesulitan air bersih untuk menghubungi kepolisian. Sebab, saat ini polres juga sudah menyiapkan mobil tangki air.
"Masyarakat yang mengalami kesulitan air bisa menghubungi kami untuk kami distribusikan air bersih," ujarnya.
Di lain pihak, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Mahfud Junaedi mengatakan, BPBD telah memetakan 22 desa di kabupaten Bondowoso yang masuk wilayah rawan kekeringan.
Dijelaskan bahwa beberapa titik rawan kekeringan tersebut sudah mendapatkan surat keputusan (SK) Bupati Bondowoso.
"Pemetaan sudah dimulai bulan kemarin, untuk bulan ini ada 40 titik tersebar di 10 kecamatan " ujarnya.
Untuk air bersih layak minum yang akan didistribusikan kata Mahfud, semuanya didapatkan melalui kerjasama dengan PDAM Bondowoso.
" Untuk volume dan banyaknya suplai air bersih, tergantung jumlah warga di titik tersebut " tambahnya.
Untuk jumlah titik rawan kekeringan tersebut, setiap tahunnya dilakukan pendataan secara berkelanjutan agar bisa dilakukan upaya lain selain suplai air bersih.
" Tidak hanya distribusi air bersih, kami juga upayakan membuat sumur bor" tandasnya.
Mahfud menyebut sumur bor menjadi salah satu usulan pihaknya untuk titik-titik rawan kekeringan untuk diadakan sumur bor, yang semuanya pastinya disesuaikan kemampuan anggaran daerah.
" Tahun ini sudah kami buat satu sumur bor, tahun depan (2024) kami harap bisa lebih dari sekarang " pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Bahrullah |
| Editor | : Irqam |
Komentar & Reaksi