SUARA INDONESIA – Presiden Jokowi meminta agar Polri mengusut tuntas kasus meninggalnya Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Jokowi pun meminta agar kasusnya tidak ditutupi agar kepercayaan publik kepala Polri.
“Ungkap kebenaran apa adanya, jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Itu yang paling penting Citra Polri harus kita jaga,” kata Presiden Joko Widodo di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa.
Jokowi menegaskan kepada Polri agar tidak menutup-nutupi pengusutan kasus Brigadir J.
“Sejak awal ‘kan sudah saya sampaikan, sejak awal saya sampaikan usut tuntas. Jangan ragu-ragu. Jangan ada yang ditutup-tutupi, ungkap kebenaran apa-adanya,” kata Jokowi.
Sekedar Inspektorat Khusus (Irsus) Timsus Polri telah memeriksa 25 personel Polri yang melanggar prosedur tidak profesional dalam menangani olah tempat kejadian (TKP) Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Dari 25 orang personil tersebut, empat diantaranya ditempatkan di tempat khusus salah satunya adalah Irjen Pol. Ferdy Sambo selama 30 hari di Mako Brimob.
Tim gabungan melakukan pengawas pemeriksaan khusus terhadap Irjen Pol. Ferdy Sambo atas dugaan melakukan pelanggaran prosedur dan penanganan tindak pidana atas meninggalnya Brigadir J.
Tim telah memeriksa beberapa bukti dan 10 saksi terkait dugaan pelanggaran prosedur oleh Ferdy Sambo dalam penanganan TKP Duren Tiga.
Artikel ini dikutip dari media partner Suaraindonesia https://www.suara.com/news/2022/08/09/120430/minta-kasus-brigadir-j-jangan-ditutupi-presiden-jokowi-citra-polri-harus-dijaga
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Ricky Tri Setiawan P |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi