SUARA INDONESIA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Siddiq (UIN KHAS) Jember di Desa Wonokusumo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mampu menciptakan produk Inovatif berupa tepung tebu.
Tepung tebu itu merupakan hasil karya inovatif produk Mahasiswa UIN KHAS Jember pada kegiatan tugas KKN tahun 2022 Posko 68.
Tepung tebu itu nantinya dapat digunakan sebagai bahan pemanis alami untuk pembuatan makanan, baik kue, minuman dan jajanan manis lainya.
Namun yang tidak kalah pentingnya, produk yang baru ditemukan oleh Mahasiswa ini dapat menciptakan pendapatan baru secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Hal itu sebagaimana disampaikan Azmi Ilma Mahasiswa KKN Posko 68, pada media, Minggu (7/8/2022).
Azmi menerangkan, produk tepung tebu diciptakan melalui hasil observasi dan penelitian Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember terhadap potensi lokal yang ada di Desa Wonokusumo.
"Kita ketahui tebu merupakan salah satu tumbuhan rumput-rumputan yang digunakan sebagai bahan pokok pembuatan gula pasir," ujarnya.
Lebih lanjut, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (F-TIK) UIN KHAS Jember ini menjelaskan, bahwa tebu memiliki peran penting, tidak hanya dilihat dari sisi ketahanan pangan, namun juga merupakan potensi investasi yang memiliki keterkaitan dalam industri hilir seperti industri makanan, industri minuman, industri gula, industri farmasi, sebagai bahan pembuatan kertas dan bio-energy.
" Kebanyakan orang dalam memanfaatkan tebu saat ini masih berasal dari kandungan air tebu tersebut, masih sedikit orang yang bisa memanfaatkan ampas dari tanaman tebu," imbuhnya.
"Kami melihat potensi lokal ini masyarakat banyak berprofesi sebagai sebagai petani temu yang lahannya dominan ditanami tebu, maka kami gagas tepung tebu," ujarnya.
Dia mengatakan, tepung tebu ini berbahan hanya dasar tebu, berupa tebu maupun ampas yang diproses menjadi tepung tebu.
Dia berharap, dengan adanya tepung tebu, nantinya menjadi tambahan pendapatan perekonomian pada masyarakat Wonokusumo.
Apa lagi pasca Covid-19 ekonomi lesu, maka diharapkan ekonomi masyarakat semakin membaik dengan adanya produk baru ini.
" Setidaknya tepung tebu ini dapat digunakan dalam membuka peluang usaha pembuatan bahan makanan dengan memanfaatkan potensi yang terdapat pada desa Wonokromo berupa tebu," tutupnya.
Sementara, Erfan Efendi dosen pendamping mahasiswa KKN Posko 68 menyampaikan bangga dengan produk inovatif tepung tebu yang mampu dibuat oleh mahasiswa.
Bahkan, Dose muda alumnus Pascasarjana UIN Yogya ini sangat bangga terhadap mahasiswanya yang mampu memberikan kontribusi nyata dari buah kaya pemikiran mereka kepada masyarakat.
"Kami harap karya mahasiswa itu bisa ditindaklanjuti dan dikembangkan oleh Pemerintah Desa untuk menunjang ekonomi masyarakat yang rata-rata memang buruh dan petani tebu," imbuhnya.
Pihaknya sangat yakin jika tepung tebu itu ditindak lanjuti dan dikembangka baik kualitas, kemasan, merek dan ijinnya, maka akan menjadi produk lokal unggulan.
"Semoga karya yang sudah dipersembahkan oleh mahasiswa dapat bermanfaat bagi masyarakat luas," tutupnya.***
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Bahrullah |
| Editor | : Bahrullah |
Komentar & Reaksi