SUARA INDONESIA BONDOWOSO

Jembatan Pantekosta Diresmikan, Bagini Harapan Wabup Bondowoso

Bahrullah - 11 January 2021 | 19:01
Pemerintahan Jembatan Pantekosta Diresmikan, Bagini Harapan Wabup Bondowoso
Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat, meresmikan Jembatan Pantekosta Kelurahan Dabasah RT 27 RW 06, ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti (foto: Bahrullah/Suaraindonesia)

BONDOWOSO – Irwan Bachtiar Rahmat, Wakil Bupati Bondowoso, berharap setelah diresmikannya jembatan pantekosta di kawasan Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, dapat meningkatkan ekonomi warga, Senin (11/1/2021).

Jembatan yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bondowoso itu merupakan akses utama bagi warga di Pedukuhan Tarbiya.

Wabup Irwan mengatakan, Perbaikan jembatan tersebut dilakukan awal November 2020, dengan menelan anggaran Rp 1,4 miliar lebih.

Wabup Irwan mengungkapkan, pembangunan ini sudah direncanakan sebelum pandemi. Sementara untuk yang pinggiran masih dijadwalkan ulang.

"Kenapa ini didahulukan karena ini jembatannya sudah goyang. Sudah mau roboh makanya diprioritaskan. Bahkan sebelum dibangun hampir ada korban," katanya.

Dia juga akan mendorong untuk pemberdayaan masyarakat di sana terutama peningkatan perekonomian warga.

"Tempo hari embrio untuk kampung kelir juga ada ibu-ibu sudah merencanakan itu. Khususnya juga bank sampah. Sehingga itu akan kita dorong akan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga," jelasnya.

Irwan juga berpesan kepada masyarakat, agar memanfaatkan dan memelihara dengan baik.

"Kalau lampunya mati, kesadaran masyarakat untuk memperbaiki. Tak perlu menunggu Pemkab terus," imbaunya.

Ia juga mengimbau kepada camat Bondowoso dan lurah agar masyarakat dibimbing untuk meningkatkan inovasi.

"Syukur-syukur disulap menjadi kampung wisata. Agar peduli perkembangan perekonomian. Jangan takut dan berkecil hati," pesannya.

Sementara itu, warga Pedukuhan Tarbiya, Pendeta R Yvonne Killala mengaku sangat bersyukur dengan dibangunnya jembatan tersebut.

"Memang sebelum dibangun jembatan ini rusak berat. Hampir terjadi korban. Jembatan sebelumnya sudah sekitar 39 tahun," jelasnya.

Jembatan yang dibangun tersebut sangat bermanfaat bagi warga di sekitar Pantekosta. "Karena banyak warga sini yang aktivitasnya di pasar untuk berjualan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Jembatan Pantekosta viral di beberapa platform media sosial. Karena desainnya yang apik.

Tak hanya itu, setelah jembatan ini selesai, banyak warga berswafoto di sana. Di samping kiri-kanan jembatan terdapat lampu hias yang sekaligus untuk penerangan.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya