SUARA INDONESIA
Banner

Hindari Kerumunan, Pengurus PMI Kecamatan di Bondowoso Dilantik Secara Virtual

BONDOWOSO - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) di seluruh kecamatan di Bondowoso dilantik secara virtual, Kamis (18/11/2021) yang dilaksanak di kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bondowoso.

Pelantikan tersebut PMI Bondowoso hanya mendatangkan perwakilan pengurus tiga orang. Pelaksanaanya pun menggunakan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Seperti mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Muchammad Taufik, Plt Ketua PMI Kabupaten Bondowoso, mengatakan, para pengurus PMI Kecamatan yang dilantik, sudah melalui berbagai tahapan.

" Tahapan itu dimulai dari melakukan musyawarah di kecamatan masing-masing, untuk menentukan ketua dan susunan pengurus yang baru, hingga pengajuan Surat Keputusan ke PMI Bondowoso," imbuhnya.

Lebih lanjut Lutfi, menuturkan, setelah surat keputusannya sudah terbit. Alhamdulillah hari ini (kemarin, red) sudah kita lantik, karena masih pandemi yang lain belum dapat dantik secara virtual.

Di menyatakan, hanya pengurus PMI dari Kecamatan Tenggarang dan Kecamatan Bondowoso, yang dihadirkan langsung dalam acara pelantikan tersebut. Mengingat masih dibatasinya kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan.

Taufik juga menjelaskan, pelantikan tersebut memang dibutuhkan. Mengingat, masa Bakti pengurus sebelumnya sudah habis.

 "Masa baktinya selama lima tahun," ungkapnya.

Dia menegaskan, para pengurus yang dilantik agar terus memenuhi tugas-tugas kemanusiaan, sehingga harus mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 "Sesuai dengan visi-misinya," katanya.

Termasuk menggalakkan aksi donor darah di tingkat kecamatan. Walaupun hingga saat ini kebutuhan darah di Bondowoso masih dinilai cukup.

"Itu yang harus dikuatkan dan dibangun oleh teman-teman di kecamatan. Dengan prinsip lagi mengemban misi kemanusiaan. Saya titip itu," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar pengurus PMI di tingkat Kecamatan untuk segera merekrut relawan. Karena kondisi relawan yang dinilai membutuhkan tenaga-tenaga baru. Mengingat, sudah banyak relawan yang sudah berganti status, misalnya menikah dan lain sebagainya. 

"Itu harus diisi dengan yang muda-muda," tegasnya.

Terlebih saat musim hujan sering terjadi bencana. Sementara salah satu prinsip dalam PMI menurutnya, ketika terjadi bencana, maka enam jam pertama sudah harus memberikan bantuan. "Itu yang harus banyak," pungkasnya.



Apa Reaksi Anda?