SUARA INDONESIA
Banner

PMII STAI At-Taqwa Bondowoso Galang Dana Korban Banjir Kota Batu Terapkan Prokes Covid-19

BONDOWOSO - Puluhan aktivis Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Raden Bagus Asra (RBA) STAI At-taqwa Bondowoso melakukan penggalangan dana korban banjir bandang Kota Batu Malang, Jawa Timur.

Aksi galang dana tersebut dimulai sejak Selasa (09/11) hingga Jumat (12/11/2021) dan diikuti oleh seluruh kader PMII At-Taqwa Bondowoso, mulai dari anggota baru dan Pengurus Komisariat serta kedua rayon, Avicenna dan Averroes di Alun-alun Bondowoso.

Dalam aksi penggalangan dana tersebut menggunakan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan tentunya mencuci tangan sebelum aksi dimulai.

Sofiyatul Hasanah Ketua II Bidang Advokasi dan Gerakan PK PMII RBA STAI At-Taqwa Bondowoso, mengatakan, aksi galang dana tersebut sebagai bentuk kepedulian PMII terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, khususnya korban bencana banjir bandang kota Batu, Malang.

" Ini salah satu bentuk rasa kemanusian kita PMII pada saudara kita yang terkena bencana banjir di Batu, Malang, Jawa Timur," katanya.

Lebih lanjut Sofiyah, mengatakan, di PMII sudah diajarkan untuk peduli terhadap antarsesama.

Dia menyampaikan, aksi galang dana ini merupakan bukti bahwa PMII peduli terhadap problematika sosial, khususnya bencana alam yang terjadi di kota Batu, Malang.

" Ini memang terlihat sepele bagi orang yang tidak paham, tapi ini hal yang berharga bagi mereka yang terkena bencana banjir," ungkapnya.

Dia berharap, korban bencana banjir di kota Batu, Malang untuk selalu sabar dan tabah atas bencana yang sudah terjadi.

"Semoga apa yang kami usahakan ini walaupun sedikit dapat bermanfaat bagi korban bencana banjir di sana. Tetap sabar saudaraku di kota Batu, Malang. Yakinlah dibalik peristiwa ini terdapat banyak hikmah," harapnya.

Upi membeberkan bahwa dana yang terkumpul selama 3 hari melaksanakan aksi galang dana sebesar Rp. 3.190.000.

Sementara Ketua Komisariat PMII RBA STAI At-Taqwa Bondowoso, Lubabul Jannah menyampaikan, betapa pentingnya peduli sosial seperti peduli terhadap korban banjir di kota Batu, Malang.

" Sebagai organisatoris sejati harus menerapkan hablum minannas (hubungan manusia dengan lainnya) dengan tindakan nyata," ujarnya.

" Mari saling bahu membahu membantu saudara kita yang terkena banjir di kota Batu, Malang sana. Karena yang paling penting dari apapun adalah rasa kemanusiaan sebagaimana kita diajari dalam PMII. Apa lagi masih dalam suasana pandemi, kita juga perlu selalu menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Untuk korban bencana banjir di kota Batu, Malang, lanjut Luba, harus tetap semangat dan jangan putus asa dengan musibah yang menimpa.

"Pasti ada hikmah yang luar biasa dibalik bencana alam ini. Tetap sabar dan ikhlas," harapnya.

Aksi galang dana ini tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. (*)

Apa Reaksi Anda?